Rabu, 28 Mei 2014
Minggu, 11 Mei 2014
Tugas etika dan profesionalisme TSI 2
1. Beri contoh kasus dan jelaskan tentang gangguan pemanfaatan teknologi sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menyebabkan seseorang atau pihak lain terganggu !
Jawab :
Hilangnya sebuah dokumen atau file yang di akibatkan oleh virus.
2.Mengapa muncul gangguan dalam pemanfaatan teknologi sistem informasi, jelaskan!
Jawab :
Semakin majunya teknologi semakin banyak nya dilakukan test dari sistem tersebut agar tidak terjadi bug atau sistem yang tidak aman. Di mungkin hal seperti ini di manfaat dengan baik bukanya untuk jahat.
3. Untuk mengatasi gangguan yang muncul pada pemanfaatan teknologi sistem informasi, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan baik dari pengguna maupun dari pihak pemerintah!
Jawab :
Membuat peraturan UUD IT dan Pengawasannya.
Jawab :
Hilangnya sebuah dokumen atau file yang di akibatkan oleh virus.
2.Mengapa muncul gangguan dalam pemanfaatan teknologi sistem informasi, jelaskan!
Jawab :
Semakin majunya teknologi semakin banyak nya dilakukan test dari sistem tersebut agar tidak terjadi bug atau sistem yang tidak aman. Di mungkin hal seperti ini di manfaat dengan baik bukanya untuk jahat.
3. Untuk mengatasi gangguan yang muncul pada pemanfaatan teknologi sistem informasi, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan baik dari pengguna maupun dari pihak pemerintah!
Jawab :
Membuat peraturan UUD IT dan Pengawasannya.
Rabu, 19 Maret 2014
Tugas 1 Etika & Profesionalisme TSI ATA 2013/2014
1.
Apa yang dimaksud dengan etika pada teknologi sistem informasi,
jelaskan menurut pendapat anda ?
Etika menurut kamus adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Tingkah laku, ucapan dan sopan santun harus di jaga dalam pemanfaatan teknologi sistem informasi, bagaimana pun budi pekerti yang baik akan memberikan hasil positif bagi pihak lainnya yang menggunakan nya agar terciptanya rasa saling menghormati dan menghargai dengan sesama.
Etika menurut kamus adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Tingkah laku, ucapan dan sopan santun harus di jaga dalam pemanfaatan teknologi sistem informasi, bagaimana pun budi pekerti yang baik akan memberikan hasil positif bagi pihak lainnya yang menggunakan nya agar terciptanya rasa saling menghormati dan menghargai dengan sesama.
2.
Jelaskan etika yang harus dilakukan oleh :
a. Pengguna Teknologi Sistem Informasi.
Sebagai pengguna dari teknologi sistem informasi diharapkan menjaga tingkah laku dan ucapan agar terciptanya kenyamanan sesama pengguna di karenakan Indonesia ini banyak perbedaan adat, budaya dan kebisaan.
a. Pengguna Teknologi Sistem Informasi.
Sebagai pengguna dari teknologi sistem informasi diharapkan menjaga tingkah laku dan ucapan agar terciptanya kenyamanan sesama pengguna di karenakan Indonesia ini banyak perbedaan adat, budaya dan kebisaan.
b. Pengelola Teknologi Sistem Informasi.
Pengelola Teknologi wajib selalu memantau setiap pengguna / user dalam memanfaatkan teknologi agar meminimalisir seorang pengguna melakukan hal – hal yang tidak di inginkan.
Contoh Media Sosial : User memposting informasi yang berbau sara.
c. Pembuat Teknologi Sistem Informasi
Pengelola Teknologi wajib selalu memantau setiap pengguna / user dalam memanfaatkan teknologi agar meminimalisir seorang pengguna melakukan hal – hal yang tidak di inginkan.
Contoh Media Sosial : User memposting informasi yang berbau sara.
c. Pembuat Teknologi Sistem Informasi
Dalam pembuatan sebuah teknologi hal yang
harus diperhatikan adalah kenyamanan ,
kerahasiaan dan keamanan. Sehingga pengguna akan merasakan aman jika data
tersebut tidak tersebar ke pihak yang tidak berwenang.
3.
Sebutkan contoh dalam kehidupan sehari – hari
tentang etika dalam teknologi sistem informasi !
-
Sopan Santun dalam berucap contoh : pada saat
saling memberi komentar di facebook ataupun pada saat memposting. Hal seperti
ini seharusnya tidak hanya digunakan pada saat menggunakan teknologi sistem
informasi namun di keseharian pun harus di lakukan.
-
Saling menghormati dan menghargai dalam
berpendapat.
-
Menggunakan foto profile yang rapih atau yang pantas dan jangan memasang foto yang
berbau porno aksi.
Minggu, 19 Januari 2014
TUGAS 3 PENGANTAR TELEMATIKA
1.
Jelaskan salah satu metode yang digunakan untuk
mengamankan layanan telematika !
Dari pengalaman yang saya dapatkan dalam mengamankan layanan telematika terhadap suatu user menggunakan password dan verifikasi sehingga data aman dan terciptanya privacy. Setiap user yang akan melakukan login terdapat tahapan – tahapan yaitu, melakukan pengisian user dan password kemudian system tersebut melakukan verifikasi kepada user dengan mengirimkan sms kepada user dan memasukan verifikasi tersebut sehingga keamanannya dapat terjaga.
Dari pengalaman yang saya dapatkan dalam mengamankan layanan telematika terhadap suatu user menggunakan password dan verifikasi sehingga data aman dan terciptanya privacy. Setiap user yang akan melakukan login terdapat tahapan – tahapan yaitu, melakukan pengisian user dan password kemudian system tersebut melakukan verifikasi kepada user dengan mengirimkan sms kepada user dan memasukan verifikasi tersebut sehingga keamanannya dapat terjaga.
2.
Jelaskan menurut pendapat masing – masing
tentang salah satu contoh kasus yang terdapat dalam kehidupan sehari – hari
mengenai ganguan yang muncul dalam mengakses layanan telematika !
a) Noise adalah
suatu sinyal gangguan yang bersifat akustik (suara), elektris, maupun
elektronis yang hadir dalam suatu sistem (rangkaian listrik/ elektronika) dalam
bentuk gangguan yang bukan merupakan sinyal yang diinginkan.
b) Flooding adalah
teknologi informasi yang mengacu kepada salah satu jenis serangan
Denial-of-service yang menggunakan paket-paket SYN. Denial of Service (DoS)
merupakan serangan dimana suatu pihak mengekploitasi aspek dari suite Internet
Protocol untuk menghalangi akses pihak yang berhak atas informasi atau sistem
yang diserang.
c) Virus adalah
sebuah program komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam
sistem komputer. Sebuah worm dapat menggandakan dirinya dengan memanfaatkan
jaringan (LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri.
d)
Sniffer adalah sebuah device penyadapan komunikasi jaringan komputer
dengan memanfaatkan mode premicious pada ethernet.
3.
Apa perbedaan metode pengamanan telematika
antara perangkat yang menggunakan kabel dan perangkat wireless ?
Resiko atau tingkat bahaya
Dalam hal ini, resiko berarti berapa besar kemungkinan keberhasilan para penyusup dalam rangka memperoleh akses ke dalam jaringan komputer lokal yang dimiliki melalui konektivitas jaringan lokal ke wide-area network. Secara umum, akses-akses yang diinginkan adalah :
Resiko atau tingkat bahaya
Dalam hal ini, resiko berarti berapa besar kemungkinan keberhasilan para penyusup dalam rangka memperoleh akses ke dalam jaringan komputer lokal yang dimiliki melalui konektivitas jaringan lokal ke wide-area network. Secara umum, akses-akses yang diinginkan adalah :
·
Read Access : Mampu mengetahui keseluruhan sistem jaringan informasi.
·
Write Access : Mampu melakukan proses
menulis ataupun menghancurkan data yang terdapat di sistem tersebut.
·
Denial of Service : Menutup penggunaan
utilitas-utilitas jaringan normal dengan cara menghabiskan jatah CPU, bandwidth
maupun memory.
Ancaman
Dalam hal ini, ancaman berarti orang yang berusaha memperoleh akses-akses illegal terhadap jaringan komputer yang dimiliki seolah-olah ia memiliki otoritas terhadap akses ke jaringan komputer.
Kerapuhan System (Vulnerability)
Kerapuhan sistem lebih memiliki arti seberapa jauh proteksi yang bisa diterapkan kepada network yang dimiliki dari seseorang dari luar sistem yang berusaha memperoleh akses illegal terhadap jaringan komputer tersebut dan kemungkinan orang-orang dari dalam sistem memberikan akses kepada dunia luar yang bersifat merusak sistem jaringan.
Untuk menganalisa sebuah sistem jaringan informasi global secara keseluruhan tentang tingkat keandalan dan keamanannya bukanlah suatu hal yang mudah dilaksanakan. Analisa terhadap sebuah sistem jaringan informasi tersebut haruslah mendetil mulai dari tingkat kebijaksanaan hingga tingkat aplikasi praktisnya. Sebagai permulaan, ada baiknya kita melihat sebuah sistem jaringan komputeryang telah menjadi titik sasaran utama dari usaha-usaha percobaan pembobolan tersebut. Pada umumnya, jaringan komputer di dunia menggunakan sistem operasi Unix sebagai platform. Unix telah menjadi sebuah sistem operasi yang memiliki keandalan tinggi dan tingkat performansi yang baik. Tetapi, pada dasarnya Unix tersusun oleh fungsi-fungsi yang cukup rumit dan kompleks. Akibatnya, Unix juga memiliki beberapa kelemahan seperti bug-bug (ketidaksesuaian algoritma pemrograman) kecil yang kadang kala tidak disadari oleh para pemrogram Unix. Selain itu, utilitas-utilitas yang memanfaatkan Unix sebagai platformnya, seringkali mempunyai bug-bug tersendiri pula. Nah, hal-hal inilah yang sering dieksploitasi oleh para hacker dan intruder di seluruh dunia
Dalam hal ini, ancaman berarti orang yang berusaha memperoleh akses-akses illegal terhadap jaringan komputer yang dimiliki seolah-olah ia memiliki otoritas terhadap akses ke jaringan komputer.
Kerapuhan System (Vulnerability)
Kerapuhan sistem lebih memiliki arti seberapa jauh proteksi yang bisa diterapkan kepada network yang dimiliki dari seseorang dari luar sistem yang berusaha memperoleh akses illegal terhadap jaringan komputer tersebut dan kemungkinan orang-orang dari dalam sistem memberikan akses kepada dunia luar yang bersifat merusak sistem jaringan.
Untuk menganalisa sebuah sistem jaringan informasi global secara keseluruhan tentang tingkat keandalan dan keamanannya bukanlah suatu hal yang mudah dilaksanakan. Analisa terhadap sebuah sistem jaringan informasi tersebut haruslah mendetil mulai dari tingkat kebijaksanaan hingga tingkat aplikasi praktisnya. Sebagai permulaan, ada baiknya kita melihat sebuah sistem jaringan komputeryang telah menjadi titik sasaran utama dari usaha-usaha percobaan pembobolan tersebut. Pada umumnya, jaringan komputer di dunia menggunakan sistem operasi Unix sebagai platform. Unix telah menjadi sebuah sistem operasi yang memiliki keandalan tinggi dan tingkat performansi yang baik. Tetapi, pada dasarnya Unix tersusun oleh fungsi-fungsi yang cukup rumit dan kompleks. Akibatnya, Unix juga memiliki beberapa kelemahan seperti bug-bug (ketidaksesuaian algoritma pemrograman) kecil yang kadang kala tidak disadari oleh para pemrogram Unix. Selain itu, utilitas-utilitas yang memanfaatkan Unix sebagai platformnya, seringkali mempunyai bug-bug tersendiri pula. Nah, hal-hal inilah yang sering dieksploitasi oleh para hacker dan intruder di seluruh dunia
Senin, 28 Oktober 2013
Tugas 2 Pengantar Telematika1
1. Jelaskan tentang perkembangan jaringan komputer
sebagai sarana yang digunakan dalam proses telematika baik yang menggunakan
kabel maupun yang tanpa kabel ?
·
LAN
Sebuah Jaringan Area Lokal, adalah jaringan yang dibatasi oleh
area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah
perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari
sekitar 1 km persegi. Beberapa model konfigurasi Jaringan Area Lokal, satu komputer biasanya di jadikan
sebuah file server. Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak yang
mengatur aktivitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat
digunakan oleh komputer komputer yang terhubung ke dalam network Komputer-komputer yang terhubung ke
dalam jaringan itu Biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan
workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di
dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan Jaringan Area
Lokal menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan
komputer lainnya.
·
MAN
Sebuah Jaringan
area Metropolitan,
biasanya meliputi area yang lebih besar dari Jaringan Area Lokal, misalnya antarwilayah dalam satu
provinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan
kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu: jaringan
bank ketika beberapa kantor cabang sebuah bank di dalam sebuah kota besar
dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya BCA yang ada di seluruh
wilayah Malang atau Jakarta.
·
WAN
Jaringan area Skala Besar adalah jaringan yang lingkupnya biasanya
sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh
keseluruhan jaringan BANK BCA yang ada di Indonesia ataupun yang ada di
Negara-negara lain. Menggunakan sarana Jaringan area Skala Besar, Sebuah Bank yang ada di Bandung bisa
menghubungi kantor cabangnya yang ada di Hongkong, hanya dalam beberapa menit.
Biasanya Jaringan area Skala Besar agak rumit dan sangat kompleks,
menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara Jaringan Area Lokal dan Jaringan area Skala Besar ke dalam Komunikasi Global seperti
Internet. Tapi bagaimanapun juga antara Jaringan Area Lokal, Jaringan area
Metropolitan dan Jaringan area Skala Besar tidak banyak berbeda dalam beberapa hal,
hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu di antara yang lainnya.
2. Apa keuntungan dan kerugian :
a. Teknologi perr-to-peer
b. Teknologi client-server
Berikan contoh komunikasi baik ?
Dalam Suatu arsitektur
jaringan, perlu adanya suatu komputer yang ditunjuk secara full-time server,
sedangkan yang lain (seperti user workstations) menjadi full-time client.
Sebagai contoh sebuah file server menjadi house hard driver yang berisi semua
file dari masing-masing pengguna jaringan tersebut dan dapat diakses dari
komputer pribadi pengguna. Setelah bekerja pada file, maka user dapat menyimpan
perubahan dan penambah file ke jaringan tersebut. Contoh lain server akan
diatur sebagai “Post Office” untuk menyebarkan kesemua Jaringan Client. Peer to
Peer dan Client Server memiliki kelebihan dan kekurangannya. On Balance,
however, konfigurasi client server lebih baik dari pada peer to peer, terutama
di lingkungan bisnis kecil dimana ada harapan untuk perkembangan dan
pertumbuhannya.
a. Jaringan
Peer to Peer
Dalam jaringan ini tidak ada
komputer yang berfungsi khusus, dan semua komputer dapat berfungsi sebagai
client dan server dalam satu saat bersamaan. Pengguna masing-masing komputer
bertanggung jawab terhadap administrasi resource komputer ( dengan membuat nama
user, membuat share, menandai ijin mengakses share tersebut). Tiap-tiap user
bertanggung jawab juga mengenal pembackupan data pada komputer. Sayangnya
penempatan resource dapat menjadi sulit pada network peer to peer yang
mempunyai lebih banyak komputer.
a. Jaringan client server
Dalam jaringan ini satu
komputer berfungsi sebagai pusat pelayanan (server) dan komputer yang lain
berfungsi meminta pelayanan ( client ). Sesuai dengan namanya, client server
berarti adanya pembagian kerja pengelolaan data antara client dan server. Saat
ini, sebagian besar jaringan menggunakan model client/server.
File Server :
Sebuah komputer yang biasanya lebih tinggi dari pada workstation, digunakan sebagai tempat penyimpanan file dan file diakses oleh user workstation.
Sebuah komputer yang biasanya lebih tinggi dari pada workstation, digunakan sebagai tempat penyimpanan file dan file diakses oleh user workstation.
Kelebihan
peer to peer :
1. Pelaksanaan
tidak terlalu mahal,relatif murah
2. Tidak
membutuhkan software server NOS
( Network Operating System )
3. Tidak
membutuhkan administrator Network yang handal
Kekurangan
peer to peer
1. Tidak
cocok untuk network skala besar, administrasi menjadi tidak terkontrol
2. Tiap
user harus dilatih untuk menjalankan tugas administrative Keamanan
sistem kurang
3. Semua
mesin yang sharing resource tidak mempengaruhi performa
Kelebihan
client-server
1. Memberikan
keamanan yang lebih baik
2. Lebih
mudah pengaturannya bila networknya besar karena administrasinya disentralkan
3. Semua
data dapat dibackup pada satu lokasi sentral (pusat)
Kekurangan
client server
1. Membutuhkan
software NOS yang mahal contoh : NT atau server Windows 2000, XP,Novell,
UNIX
2. Membutuhkan
hardware yang lebih tinggi dan mahal untuk mesin server
3. Membutuhkan
administrator yang Profesional
4. Mempunyai
satu titik lemah jika menggunakan satu server, data user menjadi tak
ada jika server mati.
3 Jelaskan menurut pendapat masing masing tentang
perkembangan teknologi wireless yang meliputi hardware, sistem operasi dan
program aplikasi yang digunakan pada perangkat wireless ?
Teknologi wireless menurut para data yang ada saat ini
akan mengalami kemajuan dan pengembangan yang cepat beberapa tahun yang akan
datang. Kemajuan itu akan terjadi dibeberapa bidang termasuk dalam komunikasi
data. Untuk memperjelas mengenai perkembangan wireless LAN, Onno W.Purbo menjelaskan bahwa Teknologi WLAN
2.4GHz, 5.8GHz, 5GHz berkembang pesat sekali terutama karena pembebasan ijin
frekuensi di band ISM ( industrial, scientific, medical ) maupun band UNII (Unlicensed
National Information Infrastructure) oleh pemerintah Amerika Serikat.
Standar komunikasi data yang digunakan umumnya adalah keluarga IEEE 802.11,
dimana IEEE 802.11b mempunyai kecepatan maksimum 11Mbps, sedang IEEE 802.11a
dan IEEE 802.11g mempunyai kecepatan maksimum 54Mbps.Untuk komunikasi data pada wireless membutuhkan beberapa komponen
arsitektur yang dapat diterjemahkan oleh interface
protocol. IEEE sebagai lembaga regulasi internasional telah
menetapkan protokol untuk wireless yang terdiri atas arsitektur fisik dan
aritektur logic dari wireless ini.
Beberapa model peralatan yang menggunakan wireless diantarannya
adalah sebagai berikut :
- Telepon selular dan radio panggil (pager)
Layanan yang disediakan
untuk aplikasi bergerak dan mudah dibawa, baik untuk perorangan maupun bisnis.
- GPRS untuk navigasi
Digunakan untuk
memudahkan pengguna lalu lintas, seperti mobil, pesawat kapal laut dan lainnya
- Alat-alat komputer tanpa kabel seperti mouse dan keyboard
Mouse dan keyboard terkadang
mengalami kendala berupa sulitnya pemasangan konektornya pada CPU, terkadang
mengalami juga kerusakan pada konektornya.Mouse dan Keyboard dengan
teknologi wireless memungkinkan mengatasi kendala tersebut,
bahkan pengguna akan lebih leluasa dalam bergerak.
- Telepon Cordless
Teknologi wireless juga
dipakai oleh perusahaan telekomunikasi yaitu berupa Telepon Cordless,
sehingga penggunaanya dapat dibawa kemana-mana.
- Remote Control
Berupa alat tanpa kabel
yang digunakan untuk mengendalikan peralatan dari jarak jauh, penggunaannya
seperti pada televisi, pager dan lainnya.
- Satelit televisi
Memberikan layanan
siaran sehingga penonton dapat memilih saluran yang berbeda.
- Wireless LAN
Wireless LAN adalah
teknologi LAN dengan udara sebagai media transmisinya sehingga memberikan
layanan fleksibellitas dan relibilitas untuk
para pengguna komputer dalam bisnis maupun non bisnis.
Sistem Operasi
WLAN juga memiliki kelebihan lain
dalam hal kemudahan implementasi serta fleksibilitas. Semua perangkat yang saat
ini ada di pasaran, memiliki interface yang user friendly dan sebagian besar
kompatibel dengan berbagai macam sistem operasi dan teknologi jaringan LAN
eksisting. Bentuk perangkat yang kompak dengan berbagai macam fitur yang
beragam, memudahkan perencanaan dan implementasi jaringan.
Aplikasi wireless lan
Wireless
LAN (WLAN) adalah teknologi LAN yang menggunakan frekuensi dan transmisi radio
sebagai media penghantarnya, pada area tertentu, menggantikan fungsi kabel.
Pada umumnya WLAN digunakan sebagai titik distribusi di tingkat pengguna akhir,
melalui sebuah atau beberapa perangkat yang disebut dengan Access Point (AP),
berfungsi mirip hub dalam terminologi jaringan kabel ethernet. Di tingkat
backbone, sejumlah AP tersebut tetap dihubungkan dengan media kabel. WLAN
dimaksudkan sebagai solusi alternatif media untuk menjangkau pengguna yang
tidak terlayani oleh jaringan kabel, serta untuk mendukung pengguna yang
sifatnya bergerak atau berpindah-pindah (mobilitas).
Frekuensi yang kini umum dipergunakan untuk aplikasi WLAN adalah 2.4 Ghz dan 5.8 Ghz yang secara internasional dimasukkan ke dalam wilayah licence exempt (bebas lisensi) dan dipergunakan bersama oleh publik (frequency sharing). Belakangan oleh forum WSIS yang disponsori oleh PBB dan badan dunia seperti ITU, serta industri teknologi, frekuensi ini direkomendasikan sebagai tulang punggung penetrasi Internet di negara berkembang terutama untuk area yang belum terlayani oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional.
Teknologi yang digunakan untuk WLAN mayoritas menggunakan standar IEEE 802.11 (a/b/g). Perbedaan antar standar ini adalah pada modulasi transmisinya yang menentukan kapasitas layanan yang dihasilkan. Pada standar 802.11b, kapasitas maksimalnya 11 Mbps, 802.11g dapat mencapai 20 Mbps keduanya bekerja di frekuensi 2.4 Ghz. Sementara standar 802.11a bekerja pada frekuensi 5.8 Ghz. Karena lebar pita frekuensi yang lebih luas dan modulasi yang lebih baik, maka perangkat yang berbasis standar ini mampu melewatkan data hingga kapasitas 54 dan 108 Mbps dan menampung jumlah pengguna lebih banyak.
Selain itu ada kelompok industri yang membangun aliansi, disebut dengan Wireless Alliance (WiFi Consortium). Lembaga ini berupaya menerapkan standar interoperabilitas antar perangkat WLAN sebagai jaminan bagi pengguna bahwa setiap perangkat yang telah disertifikasi WiFi akan dapat saling terhubung meskipun berbeda vendor atau pemanufaktur.
WLAN juga memiliki kelebihan lain dalam hal kemudahan implementasi serta fleksibilitas. Semua perangkat yang saat ini ada di pasaran, memiliki interface yang user friendly dan sebagian besar kompatibel dengan berbagai macam sistem operasi dan teknologi jaringan LAN eksisting. Bentuk perangkat yang kompak dengan berbagai macam fitur yang beragam, memudahkan perencanaan dan implementasi jaringan.
Teknologi WLAN saat ini juga sudah sangat mapan sehingga pengguna punya banyak alternatif solusi. Sebagian besar produk WiFi menggunakan chipset dan fitur yang generik, meskipun dimanufaktur oleh sejumlah vendor berbeda dengan brandname masing-masing. Karena bersifat massal, maka harganya juga sudah sangat terjangkau. Sebuah sistem AP lengkap, hanya membutuhkan sekitar $ 200 - $ 500. Sedangkan untuk pengguna, harganya sudah di bawah $ 100.
Keterbatasan
Perangkat WLAN bekerja pada frekuensi publik yang bebas lisensi, sehingga isu utamanya adalah terjadinya interferensi antar perangkat dan pengguna. Karena pada frekuensi ini sipapun bebas menggunakan dan memanfaatkan, dengan syarat harus toleran serta memperhatikan dan menghormati kondisi eksisting. Sehingga ada etika dan tanggung jawab moral untuk bersama-sama mengelola resource tersebut sehingga setiap pemain dapat hidup berdampingan.
Pada setiap perangkat WLAN terdapat mekanisme dan fitur untuk menghadapi interferensi. Namun yang paling menentukan sebenarnya adalah desain jaringan yang tepat untuk setiap situasi yang dihadapi dan kecermatan instalasi. Seperti misalnya, kondisi line of sight (tanpa penghalang) dan menghitung efek redaman serta kemungkinan terjadinya multipath (sinyal pantulan yang mengganggu).
Teknologi media transmisi WLAN sendiri sifatnya adalah bridging (Layer 2) dan sangat mirip fungsinya dengan perangkat hub pada jaringan LAN ethernet kabel. Sehingga pada dasarnya kapasitas maksimum yang dapat dilayani oleh sebuah AP, misalnya standar 802.11b adalah 11 Mbps, harus dibagi kepada sejumlah pengguna yang aktif. Sehingga semakin banyak pengguna aktif, performance dan troughput jaringan akan terdegradasi. Sehingga tingkat ekspektasi pengguna juga harus diturunkan terutama dari segi kualitas aksesnya.
Meskipun memiliki sejumlah fitur dan teknologi pengamanan seperti filtering MAC address, enkripsi WEP atau WPA dan kemampuan VLAN dan VPN, namun tetap saja kualitasnya tidak sebagus perangkat teknologi dengan media kabel. Selain juga pada umumnya penerapan fitur keamanan akan menurunkan performa sistem. Sehingga apabila aplikasi pengguna sangat memerlukan standar security yang tinggi, maka jaringan WLAN bisa menjadi salah satu titik kelemahan yang harus diwaspadai dan disikapi secara berhati-hati.
Aplikasi Indoor
Aplikasi utama WLAN disebut dengan HotSpot, yaitu sebuah jaringan yang bisa melayani kebutuhan pengguna bergerak. Pengguna dengan perangkat mobile gadget seperti PDA, notebook bisa mengakses Internet di lokasi tertentu yang tersedia jaringan HotSpot WLAN. Semakin meluasnya perkembangan HotSpot telah mendorong terbentuknya bisnis model baru yang memungkinkan setiap provider melakukan kerjasama roaming bahkan hingga ke jaringan internasional, sebagaimana yang terjadi pada bisnis selular dengan memanfaatkan layanan otentikasi pelanggan dan clearing house semacam iPass.
Pengguna bisa mendaftar sebagai pelanggan tetap pada provider HotSpot, sehingga bisa mengakses dari lokasi manapun yang tersedia. Pilihan lain, menjadi pelanggan on demand, biasanya secara pre paid dengan membeli voucher akses Internet via HotSpot pada suatu lokasi dari provider tertentu untuk durasi waktu tertentu. Pelanggan on demand biasanya lebih bebas untuk memilih provider mana yang akan digunakan, karena suatu lokasi bisa saja tersedia beberapa HotSpot dari sejumlah provider yang berbeda.
Aplikasi lain adalah HotSpot di dalam jaringan internal perusahaan. Apabila pengguna di lingkungan perusahaan banyak yang menggunakan perangkat gadget mobile, maka diperlukan HotSpot pada beberapa lokasi strategis untuk melayani kebutuhan tersebut. Kebanyakan perangkat mobile saat ini sudah WiFi compliance, seperti misalnya notebook berbasis procesor Intel Centrino yang sudah built in dengan kemampuan WiFi. Apabila pengguna jenis ini masih tetap menggunakan kabel, maka mobilitasnya akan terhambat.
Aplikasi Outdoor
Di banyak negara berkembang (termasuk Indonesia) yang sangat terbatas ketersediaan infrastruktur telekomunikasinya, teknologi WLAN dengan kreatifitas tertentu banyak dijadikan sebagai alternatif akses last mile. Perangkat WiFi pada umumnya memiliki konektor yang bisa disambungkan dengan antena eksternal yang memiliki gain lebih tinggi. Dengan kombinasi ini, sebuah jaringan WLAN yang semula hanya bisa menjangkau area sampai radius 100 – 200 meter, kini bisa diperluas menjadi 3 – 5 km.
Aplikasi outdoor ini meskipun menimbulkan konsekuensi biaya tambahan seperti untuk pembelian antena eksternal, jasa instalasi dan tiang atau tower penyangga namun secara umum masih sangat terjangkau oleh pelanggan pada umumnya. Untuk aplikasi pada area yang dekat (1 – 2 km) cukup banyak eksperimen serta produk asesoris lokal (seperti antenna) ditawarkan sehingga biaya bisa lebih di tekan sehingga makin menjangkau segmen pengguna yang lebih luas.
Berbagai kemudahan dan struktur biaya yang makin rendah, mampu mendorong tumbuhnya bisnis layanan jasa baru yang disebut dengan Wireless ISP (WISP), serta RT/RW Net. WISP menyelenggarakan layanannya dengan berbasis pada teknologi WLAN, baik itu di sisi backbone maupun distribusi last mile kepada pelanggannya. Pada umumnya diselenggarakan oleh pengusaha lokal dengan skala usaha menengah dengan kualitas layanan menengah. Pelanggan utama WISP biasanya adalah Warung Internet (WARNET) yang memang telah dikenal sebagai ujung tombak penetrasi Internet karena biaya yang relatif rendah.
Sementara RT/RW Net umumnya dikembangkan berdasarkan inisiatif komunitas di suatu lokasi pemukiman dan bersifat swadaya serta non komersial. Prinsipnya adalah berbagi pakai akses Internet secara massal untuk mereduksi biaya. Untuk last mile distribution, RT/RW Net juga mengandalkan teknologi WLAN dengan kombinasi produk eksperimentasi homebrew seperti antena dari kaleng susu dan modifikasi perangkat WiFi dengan port USB yang tergolong low end product.
Teknologi dan desain outdoor yang sama di Indonesia juga banyak dipergunakan untuk aplikasi jaringan internal perusahaan. Misalnya sebagai backbone antar gedung dalam satu area atau distribusi jaringan antar kantor cabang dalam satu kota maupun digunakan sebagai infrastruktur jaringan backup bagi aplikasi yang mission critical.
Dari segi aplikasi private, pengguna WLAN yang cukup menonjol dalam hal jumlah adalah komunitas pendidikan dan Pemerintah Daerah (Pemda). Pemanfaatan teknologi WLAN diyakini mampu mereduksi biaya rutin jaringan lokal close user group yang selama ini dilayani oleh operator telekomunikasi dengan beban charging berdasarkan durasi waktu atau flat bulanan hanya untuk sewa trunk atau pipa (media) akses saja. Dengan WLAN yang bebas lisensi dan biaya abonemen, dana operasional bisa dialihkan untuk meningkatkan kualitas content aplikasi E-Learning maupun E-Goverment.
Frekuensi yang kini umum dipergunakan untuk aplikasi WLAN adalah 2.4 Ghz dan 5.8 Ghz yang secara internasional dimasukkan ke dalam wilayah licence exempt (bebas lisensi) dan dipergunakan bersama oleh publik (frequency sharing). Belakangan oleh forum WSIS yang disponsori oleh PBB dan badan dunia seperti ITU, serta industri teknologi, frekuensi ini direkomendasikan sebagai tulang punggung penetrasi Internet di negara berkembang terutama untuk area yang belum terlayani oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional.
Teknologi yang digunakan untuk WLAN mayoritas menggunakan standar IEEE 802.11 (a/b/g). Perbedaan antar standar ini adalah pada modulasi transmisinya yang menentukan kapasitas layanan yang dihasilkan. Pada standar 802.11b, kapasitas maksimalnya 11 Mbps, 802.11g dapat mencapai 20 Mbps keduanya bekerja di frekuensi 2.4 Ghz. Sementara standar 802.11a bekerja pada frekuensi 5.8 Ghz. Karena lebar pita frekuensi yang lebih luas dan modulasi yang lebih baik, maka perangkat yang berbasis standar ini mampu melewatkan data hingga kapasitas 54 dan 108 Mbps dan menampung jumlah pengguna lebih banyak.
Selain itu ada kelompok industri yang membangun aliansi, disebut dengan Wireless Alliance (WiFi Consortium). Lembaga ini berupaya menerapkan standar interoperabilitas antar perangkat WLAN sebagai jaminan bagi pengguna bahwa setiap perangkat yang telah disertifikasi WiFi akan dapat saling terhubung meskipun berbeda vendor atau pemanufaktur.
WLAN juga memiliki kelebihan lain dalam hal kemudahan implementasi serta fleksibilitas. Semua perangkat yang saat ini ada di pasaran, memiliki interface yang user friendly dan sebagian besar kompatibel dengan berbagai macam sistem operasi dan teknologi jaringan LAN eksisting. Bentuk perangkat yang kompak dengan berbagai macam fitur yang beragam, memudahkan perencanaan dan implementasi jaringan.
Teknologi WLAN saat ini juga sudah sangat mapan sehingga pengguna punya banyak alternatif solusi. Sebagian besar produk WiFi menggunakan chipset dan fitur yang generik, meskipun dimanufaktur oleh sejumlah vendor berbeda dengan brandname masing-masing. Karena bersifat massal, maka harganya juga sudah sangat terjangkau. Sebuah sistem AP lengkap, hanya membutuhkan sekitar $ 200 - $ 500. Sedangkan untuk pengguna, harganya sudah di bawah $ 100.
Keterbatasan
Perangkat WLAN bekerja pada frekuensi publik yang bebas lisensi, sehingga isu utamanya adalah terjadinya interferensi antar perangkat dan pengguna. Karena pada frekuensi ini sipapun bebas menggunakan dan memanfaatkan, dengan syarat harus toleran serta memperhatikan dan menghormati kondisi eksisting. Sehingga ada etika dan tanggung jawab moral untuk bersama-sama mengelola resource tersebut sehingga setiap pemain dapat hidup berdampingan.
Pada setiap perangkat WLAN terdapat mekanisme dan fitur untuk menghadapi interferensi. Namun yang paling menentukan sebenarnya adalah desain jaringan yang tepat untuk setiap situasi yang dihadapi dan kecermatan instalasi. Seperti misalnya, kondisi line of sight (tanpa penghalang) dan menghitung efek redaman serta kemungkinan terjadinya multipath (sinyal pantulan yang mengganggu).
Teknologi media transmisi WLAN sendiri sifatnya adalah bridging (Layer 2) dan sangat mirip fungsinya dengan perangkat hub pada jaringan LAN ethernet kabel. Sehingga pada dasarnya kapasitas maksimum yang dapat dilayani oleh sebuah AP, misalnya standar 802.11b adalah 11 Mbps, harus dibagi kepada sejumlah pengguna yang aktif. Sehingga semakin banyak pengguna aktif, performance dan troughput jaringan akan terdegradasi. Sehingga tingkat ekspektasi pengguna juga harus diturunkan terutama dari segi kualitas aksesnya.
Meskipun memiliki sejumlah fitur dan teknologi pengamanan seperti filtering MAC address, enkripsi WEP atau WPA dan kemampuan VLAN dan VPN, namun tetap saja kualitasnya tidak sebagus perangkat teknologi dengan media kabel. Selain juga pada umumnya penerapan fitur keamanan akan menurunkan performa sistem. Sehingga apabila aplikasi pengguna sangat memerlukan standar security yang tinggi, maka jaringan WLAN bisa menjadi salah satu titik kelemahan yang harus diwaspadai dan disikapi secara berhati-hati.
Aplikasi Indoor
Aplikasi utama WLAN disebut dengan HotSpot, yaitu sebuah jaringan yang bisa melayani kebutuhan pengguna bergerak. Pengguna dengan perangkat mobile gadget seperti PDA, notebook bisa mengakses Internet di lokasi tertentu yang tersedia jaringan HotSpot WLAN. Semakin meluasnya perkembangan HotSpot telah mendorong terbentuknya bisnis model baru yang memungkinkan setiap provider melakukan kerjasama roaming bahkan hingga ke jaringan internasional, sebagaimana yang terjadi pada bisnis selular dengan memanfaatkan layanan otentikasi pelanggan dan clearing house semacam iPass.
Pengguna bisa mendaftar sebagai pelanggan tetap pada provider HotSpot, sehingga bisa mengakses dari lokasi manapun yang tersedia. Pilihan lain, menjadi pelanggan on demand, biasanya secara pre paid dengan membeli voucher akses Internet via HotSpot pada suatu lokasi dari provider tertentu untuk durasi waktu tertentu. Pelanggan on demand biasanya lebih bebas untuk memilih provider mana yang akan digunakan, karena suatu lokasi bisa saja tersedia beberapa HotSpot dari sejumlah provider yang berbeda.
Aplikasi lain adalah HotSpot di dalam jaringan internal perusahaan. Apabila pengguna di lingkungan perusahaan banyak yang menggunakan perangkat gadget mobile, maka diperlukan HotSpot pada beberapa lokasi strategis untuk melayani kebutuhan tersebut. Kebanyakan perangkat mobile saat ini sudah WiFi compliance, seperti misalnya notebook berbasis procesor Intel Centrino yang sudah built in dengan kemampuan WiFi. Apabila pengguna jenis ini masih tetap menggunakan kabel, maka mobilitasnya akan terhambat.
Aplikasi Outdoor
Di banyak negara berkembang (termasuk Indonesia) yang sangat terbatas ketersediaan infrastruktur telekomunikasinya, teknologi WLAN dengan kreatifitas tertentu banyak dijadikan sebagai alternatif akses last mile. Perangkat WiFi pada umumnya memiliki konektor yang bisa disambungkan dengan antena eksternal yang memiliki gain lebih tinggi. Dengan kombinasi ini, sebuah jaringan WLAN yang semula hanya bisa menjangkau area sampai radius 100 – 200 meter, kini bisa diperluas menjadi 3 – 5 km.
Aplikasi outdoor ini meskipun menimbulkan konsekuensi biaya tambahan seperti untuk pembelian antena eksternal, jasa instalasi dan tiang atau tower penyangga namun secara umum masih sangat terjangkau oleh pelanggan pada umumnya. Untuk aplikasi pada area yang dekat (1 – 2 km) cukup banyak eksperimen serta produk asesoris lokal (seperti antenna) ditawarkan sehingga biaya bisa lebih di tekan sehingga makin menjangkau segmen pengguna yang lebih luas.
Berbagai kemudahan dan struktur biaya yang makin rendah, mampu mendorong tumbuhnya bisnis layanan jasa baru yang disebut dengan Wireless ISP (WISP), serta RT/RW Net. WISP menyelenggarakan layanannya dengan berbasis pada teknologi WLAN, baik itu di sisi backbone maupun distribusi last mile kepada pelanggannya. Pada umumnya diselenggarakan oleh pengusaha lokal dengan skala usaha menengah dengan kualitas layanan menengah. Pelanggan utama WISP biasanya adalah Warung Internet (WARNET) yang memang telah dikenal sebagai ujung tombak penetrasi Internet karena biaya yang relatif rendah.
Sementara RT/RW Net umumnya dikembangkan berdasarkan inisiatif komunitas di suatu lokasi pemukiman dan bersifat swadaya serta non komersial. Prinsipnya adalah berbagi pakai akses Internet secara massal untuk mereduksi biaya. Untuk last mile distribution, RT/RW Net juga mengandalkan teknologi WLAN dengan kombinasi produk eksperimentasi homebrew seperti antena dari kaleng susu dan modifikasi perangkat WiFi dengan port USB yang tergolong low end product.
Teknologi dan desain outdoor yang sama di Indonesia juga banyak dipergunakan untuk aplikasi jaringan internal perusahaan. Misalnya sebagai backbone antar gedung dalam satu area atau distribusi jaringan antar kantor cabang dalam satu kota maupun digunakan sebagai infrastruktur jaringan backup bagi aplikasi yang mission critical.
Dari segi aplikasi private, pengguna WLAN yang cukup menonjol dalam hal jumlah adalah komunitas pendidikan dan Pemerintah Daerah (Pemda). Pemanfaatan teknologi WLAN diyakini mampu mereduksi biaya rutin jaringan lokal close user group yang selama ini dilayani oleh operator telekomunikasi dengan beban charging berdasarkan durasi waktu atau flat bulanan hanya untuk sewa trunk atau pipa (media) akses saja. Dengan WLAN yang bebas lisensi dan biaya abonemen, dana operasional bisa dialihkan untuk meningkatkan kualitas content aplikasi E-Learning maupun E-Goverment.
Masa Depan WLAN
Masa depan teknologi WLAN terutama untuk aplikasi Outdoor adalah bergabung saling melengkapi (komplementer) dengan teknologi yang akan datang yaitu WiMAX. Dengan kombinasi itu WLAN akan menjadi bagian dari topologi jaringan Wireless MAN yang skalanya jauh lebih luas dan masif. Di Indonesia prototipe penggabungan kedua teknologi itu telah diwujudkan di daerah bencana Aceh, terutama di kota Banda Aceh, diselenggarakan oleh kelompok relawan yang tergabung dalam Yayasan AirPutih.
Kompleksitas desain dan implementasi jaringan Wireless MAN memerlukan pendekatan dan bentuk topologi yang berbeda terutama dalam hal isu routing, redudansi dan agregasi di sisi backhaul. Pada saat ini sedang dikembangkan sebuah teknologi yang disebut dengan Mesh Topology. Dengan teknologi ini, dimungkinkan sebuah aplikasi routing yang lebih dinamis, kemudahan agregasi dan kemampuan redudansi yang diperlukan untuk menangani desain jaringan yang sangat kompleks dan terdiri dari berbagai macam teknologi, produk dan fiturnya. Sebagian produk WLAN saat ini sudah mulai mengimplementasikan Mesh Topology walaupun masing-masing pabrikan masih menggunakan standar proprietary yang tidak menjamin terjadinya interoperabilitas.
Pada akhirnya, Teknologi WLAN lambat laun akan tergeser oleh penetrasi dari jaringan kabel yang diselenggarakan oleh operator. Namun, teknologi ini tidak akan habis begitu saja karena seiring dengan penetrasi tersebut akan terbuka lagi pangsa pasar baru di daerah suburban dan rural yang masih rendah nilai ekonomis pasarnya bagi teknologi jaringan kabel. Sementara solusi broadband tetap akan dibutuhkan di wilayah tersebut. WLAN masih akan tetap menjadi solusi terbaik untuk misi penetrasi akses Internet broadband pioneer.
Masa depan teknologi WLAN terutama untuk aplikasi Outdoor adalah bergabung saling melengkapi (komplementer) dengan teknologi yang akan datang yaitu WiMAX. Dengan kombinasi itu WLAN akan menjadi bagian dari topologi jaringan Wireless MAN yang skalanya jauh lebih luas dan masif. Di Indonesia prototipe penggabungan kedua teknologi itu telah diwujudkan di daerah bencana Aceh, terutama di kota Banda Aceh, diselenggarakan oleh kelompok relawan yang tergabung dalam Yayasan AirPutih.
Kompleksitas desain dan implementasi jaringan Wireless MAN memerlukan pendekatan dan bentuk topologi yang berbeda terutama dalam hal isu routing, redudansi dan agregasi di sisi backhaul. Pada saat ini sedang dikembangkan sebuah teknologi yang disebut dengan Mesh Topology. Dengan teknologi ini, dimungkinkan sebuah aplikasi routing yang lebih dinamis, kemudahan agregasi dan kemampuan redudansi yang diperlukan untuk menangani desain jaringan yang sangat kompleks dan terdiri dari berbagai macam teknologi, produk dan fiturnya. Sebagian produk WLAN saat ini sudah mulai mengimplementasikan Mesh Topology walaupun masing-masing pabrikan masih menggunakan standar proprietary yang tidak menjamin terjadinya interoperabilitas.
Pada akhirnya, Teknologi WLAN lambat laun akan tergeser oleh penetrasi dari jaringan kabel yang diselenggarakan oleh operator. Namun, teknologi ini tidak akan habis begitu saja karena seiring dengan penetrasi tersebut akan terbuka lagi pangsa pasar baru di daerah suburban dan rural yang masih rendah nilai ekonomis pasarnya bagi teknologi jaringan kabel. Sementara solusi broadband tetap akan dibutuhkan di wilayah tersebut. WLAN masih akan tetap menjadi solusi terbaik untuk misi penetrasi akses Internet broadband pioneer.
Sumber:
Senin, 07 Oktober 2013
Tugas 1 Pengantar Telematika
1.
Jelaskan
menurut pendapat masing-masing tentang perkembangan teknologi informasi dalam
penyebarluasan informasi!
2. Bagaimana
peranan telematika dalam bidang pendidikan? Berikan contohnya!
3. Apa manfaat dan dampak negatif dari
perkembangan telematika, jelaskan!
4. Bagaimana
cara mengatasi dampak negatif dari perkembangan telematika
tersebut?
Jawaban
1.
Perkembangan
teknologi di Indonesia saat ini terbilang sangat tinggi. Semua orang dapat dengan
mudah dalam memberikan informasi melalui media on-line, media cetak, media
televisi dan media suara (radio). Penyebarluasan informasi yang sangat pesan
untuk saat ini ialah menggunakan media on-line seperti twitter, facebook,
blogspot, wordpress, forum dll. Dengan media on-line informasi dapat dengan
tersebar hanya dalam hitungan detik/menit dan ditambah lagi dengan banyaknya
fasilitas hotspot gratis di cafe-cafe, tempat makan , mall dll.
2.
Telematika
adalah sebuah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika.Telematika dalam
bidang pendidikan sangatlah dibutuhkan karena informasi dapat dengan mudah di
dapat tanpa memandang jarak dan waktu.
Contoh peranan telematika dalam bidang pendidikan :
I.
E-mail (surat
elektronik).
Dengan e-mail kita dapat melakukan pertukaran dokumen / data dengan cepat tanpa memandang jarak seperti pada saat mahasiswa mengerjakan tugas yang harus dikirim melalui email atau bertanya melalui e-mail.
Dengan e-mail kita dapat melakukan pertukaran dokumen / data dengan cepat tanpa memandang jarak seperti pada saat mahasiswa mengerjakan tugas yang harus dikirim melalui email atau bertanya melalui e-mail.
II.
Video
Teleconference
Keberadaan video teleconference sangat bermanfaat jika terkendala oleh jarak sehingga memudahkan kita sebagai saaran mengajar, belajar dan diskusi secara langsung.
Keberadaan video teleconference sangat bermanfaat jika terkendala oleh jarak sehingga memudahkan kita sebagai saaran mengajar, belajar dan diskusi secara langsung.
III.
Cloud Storage
Sebuah layanan penyimpanan data yang dalam pengaksesannya melalui jaringan internet. Kita dapat melakukan sharing data seperti tutorial, materi pelajaran dsb.
Sebuah layanan penyimpanan data yang dalam pengaksesannya melalui jaringan internet. Kita dapat melakukan sharing data seperti tutorial, materi pelajaran dsb.
3.
Manfaat telematika :
I.
Ekonomi
Dalam roda perekonomian berbagai aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dilakukan seperti transaksi pembayaran, transfer dll. Conto dari transaksi seperti pembayar tagihan listrik, pembayaran belanja memalui on-line dan berbagai macam transaksi lainnya.
Dalam roda perekonomian berbagai aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dilakukan seperti transaksi pembayaran, transfer dll. Conto dari transaksi seperti pembayar tagihan listrik, pembayaran belanja memalui on-line dan berbagai macam transaksi lainnya.
II.
Pendidikan
Mencari referensi, modul pelajaran, virtual class, mengirim tugas melalui email dan virtual class.
Mencari referensi, modul pelajaran, virtual class, mengirim tugas melalui email dan virtual class.
III.
Sosial
Dengan akses internet seakan dunia ada di genggaman tangan karena jangkauannya sudah mencangkup seluruh negara. Setiap orang dapat mengetahui tentang budaya dari negara masing – masing, bersosialisasi, berinteraksi , membantu membentuk kepribadian dl.
Dengan akses internet seakan dunia ada di genggaman tangan karena jangkauannya sudah mencangkup seluruh negara. Setiap orang dapat mengetahui tentang budaya dari negara masing – masing, bersosialisasi, berinteraksi , membantu membentuk kepribadian dl.
Pada dasarnya Telematika sangat
bermanfaat dalam setiap bidang untuk bertukar data atau mencari informasi.
Dampak negatif :
I.
Pornografi
Banyak sekali situs – situs yang mudah di akses oleh kalangan apa pun. Jaman sekarang anak kecil pun dapat mengaksesnya dibarengi banyaknya warnet. Banyak kasus yang menimpa anak remaja akibat banyak menonton film porno sehingga melakukan hubungan sex bahkan pemerkosaan.
Banyak sekali situs – situs yang mudah di akses oleh kalangan apa pun. Jaman sekarang anak kecil pun dapat mengaksesnya dibarengi banyaknya warnet. Banyak kasus yang menimpa anak remaja akibat banyak menonton film porno sehingga melakukan hubungan sex bahkan pemerkosaan.
II.
Perbankan
Typo site adalah modus kejahatan yang terbilang cerdik. Pelakunya membuat sebuah situ dengan tampilan web yang hampir mirip dengan situs resminya yang membedakan hanyalah nama domainnya ex : www.anakku.com (situs resminya) & www.anaku.com .
Carding adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
Typo site adalah modus kejahatan yang terbilang cerdik. Pelakunya membuat sebuah situ dengan tampilan web yang hampir mirip dengan situs resminya yang membedakan hanyalah nama domainnya ex : www.anakku.com (situs resminya) & www.anaku.com .
Carding adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
Banyak sekali hal – hal yang
dapat merugikan bagi pengguna. Penculikan , human trafficking, penipuan yang
sering banyak di beritakan di televisi dan medianya seperti jejaring sosial.
4.
Dampak ini akan memunculkan dan merubah pola
kehidupan, bekerja, berusaha bahkan merubah falsafah pada bidang-bidang
tertentu. Dampak yang pasti adalah akan terjadinya perubahan minat bekerja yang
lebih efisien dalam arti benefit to cost ratio, efektif dalam arti kualitas
produk, jasa, dan pemerataan distribusi produk jasa kepada masyarakat. Dampak
yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak
langsung, yaitu:
1. Penghematan transportasi dan bahan bakar.
2. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.
4. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.
1. Penghematan transportasi dan bahan bakar.
2. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.
4. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.
Sabtu, 29 Juni 2013
BENTENG KEANEKARAGAMAN HAYATI KALIMANTAN
Dibuat secara kelompok :
Kelas 3KA23
Budi Pratama : 11110470
Nuri Afriyanti : 15110169
Toni Tanamal : 16110931
Tugas Bahasa Indonesia ke-2 (Lecture Messages)
Referensi :
I.
KALIMAT EFEKTIF
1. Dalam kegiatan
bertajuk Pertamina Ecopedition itu, ketiga pihak melakukan ekspedisi kehutanan
primer di Kalimantan guna mengoleksi bibit, seedling (anakan) atau pohon
(ukuran 50-100 cm) yang masih bisa di selamatkan.
Kalimat efektif :
Dalam rangka kegiatan Pertamina Ecopedition itu, ketiga pihak bertujuan untuk
mengoleksi bibit, seedling (anakan) atau pohon (ukuran 50-100 cm) yang masih
bisa diselamatkan dengan melakukan ekspedisi kehutanan primer di Kalimantan
dengan tujuan untuk
2. Tak hanya tumbuhan
kayu seperti pelawan, meranti, keruing, dan eboni, tim pertamina ecopedition
juga mengonversi tanaman buah seperti rambai hutan (baccauera,sp) dan lengkeng
hutan (dimocarpus, sp).
Klaimat efektif :
Tak hanya tumbuhan kayu seperti pelawan, meranti, keruing, dan eboni, tim
pertamina ecopedition pun mengonversi tanaman buah seperti rambai hutan
(baccauera,sp) dan lengkeng hutan (dimocarpus, sp).
3. Senior Office
Environment Pertamina, Iwan Ridwan Faisal, menjelaskan bahwa keterlibatan
pihaknya dalam kegiatan ini dilandasi keinginan pertamina untuk turut serta
dalam upaya konversasi sumber daya hayati yang ada di Kalimantan.
Kalimat Efektif :
Iwan Ridwan Faisal selaku Senior Office Environment Pertamina menjelaskan bahwa
keterlibatan pihaknya dalam kegiatan ini dilandasi keinginan dari pertamina
untuk turut serta dalam upaya konversasi sumber daya hayati yang ada di
Kalimantan.
4. Tim juga menemukan
daun selekop (Lepisanthes Amoena) yang khas digunakan Suku Dayak sebagai
pemutih kulit.
Kalimat efektif : Tim juga menemukan
daun selekop (Lepisanthes Amoena) khas
Suku Dayak yang digunakan sebagai pemutih kulit.
5. Sementara itu,
Public Relation Head Pertamina Refinery Unit VI Balikpapan, Fety, berharap,
hasil eksplorasi ini dapat meningkatkan jumlah dan jenis koleksi tanaman asli
Kalimantan di Kebun Raya Balikpapan.
Kalimat
Efektif : Sementara itu, harapan Fety
selaku Public Relation Head Pertamina
Refinery Unit VI Balikpapan, semoga hasil eksplorasi ini dapat meningkatkan
jumlah dan jenis koleksi tanaman asli Kalimantan di Kebun Raya Balikpapan.
KALIMAT KESEJAJARAN
1. Dalam kegiatan
bertajuk Pertamina Ecopedition itu, ketiga pihak melakukan ekspedisi kehutanan
primer di Kalimantan guna mengoleksi bibit, seedling (anakan) atau pohon
(ukuran 50-100 cm) yang masih bisa di selamatkan.
Kalimat Kesejajaran : Dalam rangka menyelamatkan bibit, seedling
(anakan) atau pohon (ukuran 50-100 cm), kegiatan Pertamina Ecopedition itu melakukan ekspedisi
Kehutanan primer di Kalimantan.
2. Direktur Unit
Pelaksana Kebun Raya Balikpapan, Aminuddin, S.Hut mengungkapan, tanaman khas
Kalimantan sekarang sudah semakin langka diakibatkan eksploitasi lahan.
Kalimat Kesejajaran : Direktur Unit
Pelaksana Kebun Raya Balikpapan, Aminuddin, S.Hut mengungkapan, eksploitasi lahan mengakibatkan semakin langkanya
tanaman khas Kalimantan.
3. Senior Office
Environment Pertamina, Iwan Ridwan Faisal, menjelaskan bahwa keterlibatan
pihaknya dalam kegiatan ini dilandasi keinginan pertamina untuk turut serta
dalam upaya konversasi sumber daya hayati yang ada di Kalimantan.
Kalimat
Kesejajaran : Senior Office Environment Pertamina, Iwan Ridwan Faisal,
menjelaskan bahwa ia melibatkan dirinya dalam kegiatan ini dilandasi keinginan
pertamina untuk turut serta dalam upaya konversasi sumber daya hayati yang ada
di Kalimantan.
4. Tim juga menemukan
daun selekop (Lepisanthes Amoena) yang khas digunakan Suku Dayak sebagai
pemutih kulit.
Kalimat
Kesejajaran : Tim juga menemukan daun selekop (Lepisanthes Amoena) khas Suku
Dayak yang munggunakannya sebagai
pemutih kulit.
5. Sementara itu,
Public Relation Head Pertamina Refinery Unit VI Balikpapan, Fety, berharap,
hasil eksplorasi ini dapat meningkatkan jumlah dan jenis koleksi tanaman asli
Kalimantan di Kebun Raya Balikpapan.
Kalimat
Kesejajaran : Sementara itu, Public Relation Head Pertamina Refinery Unit VI
Balikpapan, Fety mengharapkan agar hasil eksplorasi ini dapat meningkatkan
jumlah dan jenis koleksi tanaman asli Kalimantan di Kebun Raya Balikpapan.
II. KALIMAT YANG
MENGUTAMAKAN TEMPAT DAN WAKTU
Kalimat ke- 3 :
“Pada 6 Maret – 25 Maret 2013, Kebun Raya
Balikpapan bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan
Pertamina melakukan kegiatan eksplorasi flora “ (Sumber : Majalah Gatra 17 April 2013)
Kalimat ke- 1 :
“Direktur Unit Pelaksana Kebun Raya
Balikpapan, Aminuddin, S.Hut mengungkapan, tanaman khas Kalimantan sekarang
sudah semakin langka diakibatkan eksploitasi lahan” (Sumber : Majalah Gatra 17 April 2013)
Kalimat ke- 5 :
“Ekspedisi tahap pertama dilakukan di
Hutan Labanan, Berau yang merupakan hutan penelitian di bawah naungan Balai
Besar Penelitian Dipterokarpa (B2PD)”. (Sumber
: Majalah Gatra 17 April 2013)
III. KALIMAT YANG
MENUNJUKKAN URUTAN PERISTIWA LOGIS :
Kalimat ke- 5 :
“Ekspedisi tahap pertama dilakukan di
Hutan Labanan, Berau yang merupakan hutan penelitian di bawah naungan Balai
Besar Penelitian Dipterokarpa (B2PD)”. (Sumber
: Majalah Gatra 17 April 2013)
Kalimat ke -6 :
“Tim Pertamina Ecopedition berhasil menemukan
317 jenis tanaman dan 38 jenis anggrek dari 5.493 spesimen yang dikumpulkan”. (Sumber : Majalah Gatra 17 April 2013)
Kalimat ke – 7 :
“Tak hanya tumbuhan kayu seperti pelawan,
meranti, keruing, dan eboni, tim pertamina ecopedition juga mengonversi tanaman
buah seperti rambai hutan (baccauera,sp) dan lengkeng hutan (dimocarpus, sp)”. (Sumber : Majalah Gatra 17 April 2013)
IV. PENGULANGAN SUBJEK
YANG TIDAK DIPERLUKAN
1. Direktur Unit Pelaksana Kebun Raya
Balikpapan,
Aminuddin, S.Hut mengungkapan, tanaman
khas Kalimantan sekarang sudah semakin langka diakibatkan eksploitasi lahan. (Sumber : Majalah Gatra 17 April 2013)
2. Senior Office Environment Pertamina, Iwan Ridwan Faisal, menjelaskan bahwa
keterlibatan pihaknya dalam kegiatan ini dilandasi keinginan pertamina untuk
turut serta dalam upaya konversasi sumber daya hayati yang ada di Kalimantan. (Sumber : Majalah Gatra 17 April 2013)
3. Sementara itu, Public Relation Head Pertamina Refinery Unit
VI Balikpapan, Fety, berharap,
hasil eksplorasi ini dapat meningkatkan jumlah dan jenis koleksi tanaman asli
Kalimantan di Kebun Raya Balikpapan. Sumber
: Majalah Gatra 17 April 2013)
V. KALIMAT VARIASI
PEMBUKAAN
1. Frase Keterangan Tempat
·
Kehutanan
primer di Kalimantan
·
Kebun
Raya Balikpapan
·
Hutan
Labanan, Berau
2. Frase Keterangan Waktu
·
Pada
6 Maret – 25 Maret 2013
·
Tahap
pertama
·
Sementara
Itu
3. Frase Keterangan Cara
·
Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pertamina melakukan kegiatan eksplorasi
flora
4. Frase Verbum
·
Tak
hanya tumbuhan kayu seperti pelawan, meranti, keruing, dan eboni
5. Partikel Penghubung
·
Dalam
kegiatan bertajuk Pertamina Ecopedition itu
Langganan:
Postingan (Atom)
Halaman
About this blog
Tinggalkan comment anda
terimakasih
Mengenai Saya
- irez pratama
- my time has run out my time has gone I can not wait any longer because success can not be achieved with silence
