Sabtu, 29 Juni 2013

Tugas ke 3 Soft skill Bahasa Indonesia.

Budi Pratama  : 11110470
Nuri Afriyanti  : 15110169
Toni Tanamal   : 16110931
Tugas ke 3 Soft skill Bahasa Indonesia.

Tugas ini dikerjakan secara berkelompok (1 tim 3 mahasiswa) dan diupload ke masing-masing blog student.

Jawaban kalian dapat berupa argumentasi atau eksposisi!
1.            Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama?
2.            Sebutkan tiga contoh alat komunikasi sosial yang bukan bahasa, dan jelaskan fungsinya!
3.            Bahasa Indonesia mempunyai empat jenis definisi, yaitu definisi nominal, formal, operasional, dan luas. Jelaskan ke 4 jenis definisi tersebut dan tuangkan jawabannya dalam sebuah teks dengan topik Teknologi Informasi atau yang terkait dengan bidang studi kalian. Tulisan dibuat secara singkat dan jelas!
4.            Bacalah surat kabar dan majalah. Cari dan temukan paragraf argumentasi yang deduktif dan induktif!
5.            Cari dan temukan paragraf atau wacana campuran : deskripsi, narasi, argumentasi, baik yang deduktif maupun yang induktif !
Jawaban :
1.                  Menurut kami, fungsi komunikasi bahasa dapat dikatakan sebagai fungsi dasar karena Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahasa primer)yang bertujuan untuk merumuskan maksud kita. Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki ciri khas tersendiri. Suatu simbol bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa Indonesia artinya kandang atau tempat. Secara langsung bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami.
Dan dapat juga dikatakan sebagai fungsi utama karena  bahasa adalah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.
2.                  Alat komunikasi dapat berupa bahasa dan tulisan. Dimana bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder).
Contoh alat komunikasi yang bukan berupa bahasa artinya berupa tulisan, yaitu :
1.   Spanduk , fungsinya : sebagai alat promosi
2.   Surat , fungsinya  : sebagai alat komunikasi tak langsung, atau tidak tatap muka dan sebagai alat bukti tertulis.
3.   Rambu Lalu Lintas  : sebagai peringatan,larangan, perintah atau petunjuk bagi pemakai jalan.
3.      Teknologi Informasi Dalam Bahasa
                       
Definisi Nominal       : Definisi ini terutama digunakan di dalam kamus, baik kamus satu bahasa (seperti Kamus Umum Bahasa Indonesia), maupun di dalam kamus dwibahasa, seperti kamus (Bahasa Inggris-Indonesia), dan kamus etimologi. Dalam definisi ini suatu kata dibatasi dengan kata lain yang merupakan sinonimnya (padanannya), dengan terjemahannya, atau dengan menunjukkan asal katanya (etimologinya). Misalnya kata “otak” didefinisikan dengan kata “benak”, “road” dengan kata “jalan” dan “bhineka” dengan bentuk selesai dari akar kata “bhid” (S) + “ika”.

Definisi Formal          : Definisi formal atau definisi logis merupakan batasan ilmiah yang kerap kali digunakan di dalam karangan ilmiah. Di dalam definisi ini, suatu istilah dikeluarkan dari genus dan spesiesnya. Dengan demikian, untuk dapat membuat definisi formal, kita harus memiliki pengertian dan prinsip-prinsip klasifikasi kompleks (baca juga: Gorys Keraf, Metoda Klasifikasi dalam Eksposisi dan Deskripsi).

Suatu definisi formal selalu terdiri dari dua ruas (bagian), yaitu bagian yang didefinisikan yang disebut definiendum, dan bagian yang mendefinisikan disebut definiens. Menurut peraturan, tempat kedua suku tersebut harus dapat dipertukarkan tanpa mengubah arti. Jika X = Y merupakan definisi formal, maka harus dapat diubah menjadi Y = X; sama saja dengan 4 + 5 = 9 dapat diubah menjadi 9 = 4 + 5.

Definisi Operasional             : Definisi operasional menunjukkan kepada kita apa yang harus kita lakukan dan bagaimana melakukannya, apa yang akan diukur dan bagaimana mengukurnya. Definisi ini kita perlukan terutama jika kita mengadakan penelitian sehubungan dengan hal-hal yang tidak diamati atau diukur secara langsung seperti hasil belajar, kemampuan menalar, dan inteligensi.

Misalnya, anda ingin mengetahui apakah mutu makanan mempengaruhi pertumbuhan ikan. Dalam hal ini ada dua hal yang perlu dijelaskan, yaitu “mutu makanan” dan “pertumbuhan ikan”.
Kalau ”mutu makanan” dijelaskan dengan “kualitas makanan” (definisi nominal) atau “sifat-sifat pada makanan yang menentukan apakah makanan itu baik atau tidak untuk pertumbuhan badan”, belum diperoleh gambaran yang jelas tentang apa yang akan dilakukan mengenai makanan ikan itu. Akan tetapi, kalau kata “mutu makanan” itu didefinisikan sebagai “kadar protein yang terkandung di dalam makanan”, persoalannya menjadi lebih jelas. Anda segera dapat menentukan barangkali bahwa anda akan membandingkan pengaruh dua jenis makanan, yaitu makanan dengan kadar protein 60% dan makanan dengan kadar protein 25%. Demikian juga kata “pertumbuhan ikan”, jika didefinisikan sebagai ”perkembangan ikan”, apakah sudah jelas apa yang hendak anda lakukan atau anda ukur? Belum, bukan? Tentunya berbeda jika didefinisikan sebagai “rata-rata pertambahan berat ikan selama diberi makanan”, bukan? Anda tahu apa yang akan anda lakukan. Sebelum diberi makanan, kedua kelompok ikan (yang tentu saja umur dan jumlahnya sama) ditimbang sehingga anda tahu berapa rata-rata beratnya. Kemudian setelah diberi makanan selama waktu tertentu, ditimbang lagi untuk melihat rata-rata pertambahan beratnya. Anda tahu bagaimana menghitungnya, tentu!
Jadi jelaslah, dari definisi operasional misalnya “rata-rata pertambahan berat ikan“, Anda tahu bahwa yang diukur ialah rata-rata selisih antara berat ikan sebelu diberi makanan dan sesudah diberi makanan. Anda juga tahu bahwa untuk mengukurnya diperlukan timbangan.
Definisi Luas              :  Definisi ini merupakan uraian panjang lebar; mungkin satu paragraf, satu bab, atau bahkan meliputi seluruh karangan. Definisi ini kita perlukan jika kita berhadapan dengan suatu konsep yang rumit, yang tidak mungkin dijelaskan dengan kalimat pendek. Konsep “ketahanan nasional” misalnya, tidak akan jelas jika hanya didefinisikan sebagai “kemampuan dinamik suatu bangsa yang dapat dihimpun menjadi kekuatan nasional untuk mengatasi tantangan, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar”. Oleh karena itu, konsep tersebut diberi definisi luas. Dari definisi itu kita dapat mengetahui perkembangan konsep itu, unsur-unsurnya, pengembanganya di dalam semua aspek kehidupan bangsa.
Contoh-contoh
1)Definisi Nominal
• Badut ialah pelawak.
• Kesenjangan ialah gap.
• Kemampuan fisik ialah kesanggupan badani.
• Bahasa berasal dari kata bhasa (S) yang diturunkan dari akar kata bhas.S
• Kelapa ialah yang di dalam bahasa latin disebut Cocos nucifera LINN.
2) Definisi Formal
• Kiper adalah pemain bola yang bertugas menjaga gawang.
•    Kueskiorkor ialah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein pada anak-anak.                 

Software Aplikasi Pengolah Kata (Word Processor) Dengan Fasilitas Pemeriksa Ejaan Dan Thesaurus Berbahasa Indonesia




LATAR BELAKANG
Kebutuhan akan adanya sistem pengolahan kata elektronis,dalam fungsinya
sebagai penyunting kata/dokumen, dirasakan sangat penting.
Perangkatlunak pengolah kata seperti Microsoft Word dan Amipro telah
memberikan fasilitas pendukung untuk pemeriksaan ejaan dan pemilihan kata
(dengan thesaurus). Dalam aplikasi pengecekan kata itu diperlukan suatu kamus
 elektronis. Struktur kamus elektronis sangat menentukan waktu pencarian
kata dan memori yang dibutuhkan untuk menyimpan kata-kata dasar pada saat
runtime. Struktur digital Tree memberikan keduanya. Selain itu perlu
juga dipertimbangkan informasi frekuensi kemunculan suatu kata dalam
Bahasa Indonesia. Dengan informasi ini diharapkan semakin sering suatu
kata digunakan dalam Bahasa Indonesia, maka makin cepatlah kata
 itu ditemukan dalam kamus. Sehingga secara keseluruhan akan menghemat
waktu pencarian semua kata dalam file sampel.

TUJUAN
•          Penelitian ini adalah membangun perangkat lunak pengolah kata yang mampu melakukan pengecekan terhadap ejaan dalam Bahasa Indonesia, serta memiliki fasilitas untuk menentukan thesaurus dari sebuah kata yang tertulis dalam text processor.




TARGET
•          Menyediakan daftar kata yang tepat dan terkontrol yang berguna dalam mengkoordinasikan pengindeksan maupun pencarian dokumen.
•          Memecahkan masalah ketidakkonsistenan pada pengindeksan dokumen, dan juga dapat digunakan oleh pencari dalam  memformulasi ulang strategi pencarian yang tepat jika diperlukan.
•          Struktur kamus elektronis sangat menentukan waktu pencarian kata dan memori yang dibutuhkan untuk menyimpan kata-kata dasar pada saat runtime.
METODE             
•          Algoritma Stemming
Ø  Algoritma ini didahului dengan pembacaan tiap kata dari file sampel.
•          Vector Model
Ø  Dokumen dan term haruslah direpresentasikan oleh vector space.
•       Perancangan Proses
Ø  Setiap proses berhubungan dengan proses yang lain, oleh karena itu perlu adanya prioritas proses apa yang akan terlebih dahulu dilakukan.
•          Perancangan Fitur
Ø  Perancangan Fitur meliputi beberapa hal sebagai berikut :
•          Fitur cari dan ganti.
•          Fitur Pemilihan tipe dan ukuran Font.
•          Fitur Pemilihan tipe dan ukuran Font.
•          Perancangan Masukan dan Keluaran
HASIL PENELITIAN
•          Pengecekkan Ejaan
Ø  Setiap pengguna aplikasi mengetikkan suatu kata yang diakhiri oleh pengetikkan karakter pembatas kata, yaitu: spasi(‘ ‘),titik(‘.’), koma(‘,’), titik koma(‘;’), titik dua(‘:’), dan karakter-karakter lainnya, akan dilakukan pengecekkan kata yang telah diketikkan sebelumnya.Kalau kata yang diketikkan sebelumnya terdapat didalam kamus bahasa Indonesia, maka warna kata tidak akan berubah. Dan apabila kata yang diketikkan sebelumnya tidak terdapat dalam kamus, maka warna kata akan berubah menjadi warna merah.
KESIMPULAN
•          Setelah melakukan perancangan dan uji coba terhadap perangkat lunak yang dibuat, dapat diambil beberapa kesimpulan berikut:
Ø   Aplikasi ini diharapkan dapat membantu berbagai pihak (mahasiswa, penulis buku, wartawan, dan sebagainya) dalam mengolah kata menggunakan Bahasa Indonesia. Dengan adanya fasilitas pemeriksa ejaan, pengguna akan mendapatkan kemudahan dalam melakukan pengecekan terhadap kata-kata yang dituliskannya, sehingga mempersingkat waktu penyusunan tulisan karena pengguna tidak perlu lagi membaca satu persatu kata yang telah dituliskannya.
Ø  Sedangkan fasilitas yang lain, yaitu Thesaurus akan membantu seorang penulis dapat menemukan kata yang tepat dalam menyusun sebuah tulisan menggunakan Bahasa Indonesia.
KEMUNGKINAN
•          Diharapkan semakin sering suatu kata digunakan dalam Bahasa Indonesia, maka makin cepatlah kata itu ditemukan dalam kamus. Sehingga secara keseluruhan akan menghemat waktu pencarian semua kata dalam file sampel.
•          Kebutuhan akan adanya sistem pengolahan kata elektronis, dalam fungsinya sebagai penyunting kata/dokumen, dirasakan sangat penting dalam fasilitas pendukung untuk pemeriksaan ejaan dan pemilihan kata.

Sumber                : http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source= web&cd=9&ved=0CGoQFjAI&url=http%3A%2F%2Fviplab.if.its.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2010%2F04%2Fsoftware-aplikasi-pengolah-kata-word-processor-dengan-fasilitas-pemeriksa.PDF&ei=nrVVUdu0I-ugyAGJ04GoCw&usg=AFQjCNE7pNgPu0kW3NL9XcdKtb7adKNrCQ&sig2=2nYqupDoaDi4d7KpPddnBw

Minggu, 17 Maret 2013

Pengalaman pertama membangun website




Pengalaman saya  dalam membangun sebuah web berawal dari obrolan serius di sebuah kantin. Teman saya menawarkan untuk membuat sebuah online store, hari itu juga saya terima tawarannya. Perbincangan pun semakin serius dengan membahas sistem apa yang akan dirancang dalam transaksi penjualan. Beruntungnya tidak begitu sulit dalam perancangan transaksi. Transaksi hanya di lakukan melalui by phone atau chat.
Dalam pembuatan web saya hanya menggunakan notepad karna saya belum begitu terbiasa menggunakan aplikasi dreamweaver. Kendala yang saya hadapi dalam perancangan adalah cara mengkonfigurasikan sistem dari yahoo agar user dapat langsung berkomunikasi melalui aplikasi chat yang disediakan oleh yahoo. Beruntungnya ada mbah google yang senantiasa membantu saya dalam mengalami kesulitan tinggal copas permalahan pun sudah dapat di selesaikan.
Terkadang saya berfikir kenapa mindset saya berbeda saat belajar membuat web dan mendapat uang ketimbang saya belajar .Setelah website jadi saya merasa menjadi tumbuh kepercayaan diri saya untuk membuat website tapi saya masih belum puas karena dalam pembuatan websitenya tidak menggunakan databasenya.
Sekedar saran untuk teman – teman yang lain,jgn pernah bilang tidak bisa walaupun kita belum pernah berkecimpung di dalam dunia web.Prinsip dasar saya dalam membuat website adalah jangan hanya copas tapi bangun semua dari awal jika kalian mencari ilmunya,karna ilmu yang akan nempel terus pada saat kita melakukan kesalahan.Jadi kalian tidak usah takut untuk berbuat kesalahan karna dengan salah kita tak akan melakukan kesalahan lagi dan akan selalu ingat terus.

Ini kisah ku mana kisah kalian……

Jumat, 18 Januari 2013

Tugas Diksi



Proyeksi Peta Dalam sistem Informasi
Proyeksi Peta
Ditulis oleh La An di/pada Juni 11th, 2007.
Bentuk bumi yg selama ini kita liat adalah sebuah model bumi yg dibikin oleh manusia, kadang ada berbentuk bulat kadang berbentuk elips. Tp sebenarnya bukan seperti itu bentuk bumi, bentuknya adalah tidak beraturan. Dan biar lebih mudah ngegambarnya, akhirnya lebih umum menjadi bulat. Dan bentuk bulat ini di bikin datar oleh peta. “Namanya juga peta, kan gambaran permukaan bumi dalam bidang datar”.
Oleh karena permukaan bumi ini tidak rata alias melengkung-lengkung tidak beraturan, akan tetapi peta membutuhkan suatu gambaran dalam bidang datar, maka diperlukan pengkonversian dari bidang lengkung bumi sebenarnya ke bidang datar agar tidak terjadi distorsi permukaan bumi.
Ini nieh ukuran bumi dalam angka

Ellipticity: 0.003 352 9
Mean radius: 6,372.797 km
Equatorial radius: 6,378.137 km
Polar radius: 6,356.752 km
Aspect Ratio: 0.996 647 1
radius equatornya lebih panjang dari pada radius kutub
Pernah mengupas jeruk? Pasti susah bangat meletakkan kulit jeruk menjadi bidang datar, tetapi kulit jeruk  tersambung semua. begitu juga yg di alami oleh kartografer ketika memetakan permukaan bumi, mereka harus memindahkan bagian geografis dengan cara tertentu, menarik dan menggabungkan kembali bagian-bagian tersebut secara bersamaan agar menjadi peta datar yang nyambung. peta tidak terkecuali globe mengalami distorsi dari bumi yang sebenarnya. Untuk wilayah yang lebih kecil, distorsi tidak signifikan karena wilayah yang kecil dalam globe kelihatan seperti permukaan datar. Untuk wilayah yang lebih luas atau untuk tujuan yang butuh akurasi yang tinggi, bagaimanapun distorsi merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu diperlukan proyeksi peta. Dalam penyusunan peta diperlukan suatu proyeksi peta yg memberikan hubungan antara titik-titik di bumi dengan di peta, proyeksi yg dipilih dipersyaratkan memiliki distorsi yg kecil.
Pada prinsipnya arti proyeksi peta adalah usaha mengubah bentuk bidang lengkung ke bentuk bidang datar, dengan persyaratan bentuk yang diubah itu harus tetap, luas permukaan yang diubah harus tetap dan jarak antara satu titik dengan titik yang lain di atas permukaan yang diubah harus tetap.
Proyeksi peta adalah teknik-teknik yang digunakan untuk menggambarkan sebagian atau keseluruhan permukaan tiga dimensi yang secara kasaran berbentuk bola ke permukaan datar dua dimensi dengan distorsi sesedikit mungkin. Dalam proyeksi peta diupayakan sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di muka bumi dan di peta.
untuk memenuhi semua ketiga persyaratan perubahan dari bidang lengkung ke bidang datar rasanya tidak mungkin bangat, maka ada kompromi2 dalam menggunakan syarat tersebut, sehingga munculah berbagai macam jenis proyeksi. Beberapa jenis proyeksi yang umum adalah silinder/tabung (cylindrical), kerucut (conical), bidang datar (zenithal) dan gubahan (arbitrarry). Jenis proyeksi yang sering kita jumpai sehari-hari adalah proyeksi gubahan, yaitu proyeksi yang diperoleh melalui perhitungan. Jenis proyeksi yang sering di gunakan di indonesia adalah WGS-84 (World Geodetic System) dan UTM (Universal Transverse Mercator)
WGS-84 (World Geodetic System) adalah ellipsoid terbaik untuk keseluruhan geoid. Penyimpangan terbesar antara geoid dengan ellipsoid WGS-84 adalah 60 m di atas dan 100 m di bawah-nya. Bila ukuran sumbu panjang ellipsoid WGS-84 adalah 6 378 137 m dengan kegepengan 1/298.257, maka rasio penyimpangan terbesar ini adalah 1 / 100 000. Indonesia, seperti halnya negara lainnya, menggunakan ukuran ellipsoid ini untuk pengukuran dan pemetaan di Indonesia. WGS-84 “diatur, diimpitkan” sedemikian rupa diperoleh penyimpangan terkecil di kawasan Nusantara RI. Titik impit WGS-84 dengan geoid di Indonesia dikenal sebagai datum Padang (datum geodesi relatif) yang digunakan sebagai titik reference dalam pemetaan nasional. Sebelumnya juga dikenal datum Genuk di daerah sekitar Semarang untuk pemetaan yang dibuat Belanda. Menggunakan ER yang sama – WGS 84, sejak 1995 pemetaan nasional di Indonesia menggunakan datum geodesi absolut. DGN-95. Dalam sistem datum absolut ini, pusat ER berimpit dengan pusat masa bumi.
Proyeksi UTM merupakan proyeksi Peta yang banyak di pilih dan di gunakan dalam kegiatan pemetaan di Indonesia karena di nilai memenuhi syarat2 ideal yang sesuai dengan bentuk, letak dan luas Indonesia. Spesifikasi UTM antara lain adalah (1) menggunakan bidang silender yang memotong bola bumi pada dua meridian standart yang mempunyai faktor skala k=1, (2) Lebar zone 6° dihitung dari 180° BB dengan nomor zone 1 hingga ke 180° BT dengan nomor zone 60. Tiap zone mempunyai meridian tengah sendiri, (3) setiap zone memiliki meridian tengah sendiri dengan faktor perbesaran = 0.9996, (4) Batas paralel tepi atas dan tepi bawah adalah 84° LU dan 80° LS dan (5) proyeksinya bersifat konform. Menurut Frans (iagi.net) UTM menggunakan silinder yg membungkus ellipsoid dengan kedudukan sumbu silindernya tegak lurus sumbu tegak ellipsoid (sumbu perputaran bumi), sehingga garis singgung ellipsoid dan silinder merupakan garis yg berhimpit dengan garis bujur pada ellipsoid. Akibatnya, titik2 pada garis tersebut terletak pada kedua bidang, sehingga posisinya walaupun dipindahkan (diproyeksikan), dari ellipsoid ke silinder, tidak akan mengalami perubahan (distorsi).
Kesimpulan :
Diksi dalam artikel ini sudah cukup tepat, hanya ada beberapa yang mungkin memerlukan penukaran atau pengurangan kata, seperti pada contoh kalimat berikut ini: “untuk memenuhi semua ketiga persyaratan perubahan dari bidang lengkung ke bidang datar rasanya tidak mungkin bangat,” untuk kata yang pertama semua ketiga seharusnya tidak perlu menuliskan kedua kata tersebut, cukup salah satu saja karena cukup mewakili maksud dari kalimat tersebut. Dan yang ke dua kata bangat sebaiknya tidak perlu, karena akan lebih terasa melebih-lebihkan. Dalam kalimat ini “Pada prinsipnya arti proyeksi peta adalah usaha mengubah bentuk bidang lengkung ke bentuk bidang datar” kata ke pada kalimat ini juga kurang tepat, karena kata ke lebih ditunjukan untuk jarak dan tempat, sebaiknya mengguanakan “menjadi” karena kalimat ini menunjukan adanya perubahan bentuk dari suatu benda.

Kelebihan:
Kami rasa penyampain artikel ini sudah tepat, pada siapa artikel ini ditujukan dan untuk apa tujuan artikel ini dibuat, serta adanya implementasi kedalam dunia nyata seperti kutipan kalimat ini   “Pernah mengupas jeruk? Pasti susah sekali meletakkan kulit jeruk menjadi bidang datar, tetapi kulit jeruk  tersambung semua”. Selain itu ada juga sepenggal kalimat “Namanya juga peta, kan gambaran permukaan bumi dalam bidang datar”, kalimat ini sedikit memberi penekanan pada tema yang sedang dibahas serta bersifat bebas dan tidak kaku, jadi kita sebagai pembaca tidak merasa jenuh saat membacanya.



Kekurangan:
Masih banyak sekali kesalahan penulisan kata dalam artikel ini, seperti : penempatan imbuhan , pemilihan katan, serta kata-kata yang disingkat. Sumber atau referensi artikel ini juga tidak dicantumkan padahal dalam artikel ini penulis menjelaskan tentang ukuran bumi.

Halaman

About this blog

Tinggalkan comment anda
terimakasih

Mengenai Saya

Foto saya
my time has run out my time has gone I can not wait any longer because success can not be achieved with silence